Teori Rejeki
Teori mengenai rejeki ini diambil dari kata-kata saudara kita almarhum Taufik Savalas, semoga Allah menerima beliau di sisiNya, amin.
Dalam teori ini kita sebagai manusia diumpamakan sebagai gelas yang dikucuri air (rejeki) dari Sang Pencipta, dari setetes kemudian bertambah banyak, banyak dan akhirnya memenuhi gelas itu. Sekarang masalahnya bagaimana cara rejeki Allah itu tetap diturunkan ke gelas kita (tidak berhenti dan tidak tumpah).
Sederhana, sebelum gelas itu penuh, kucurkan isinya kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dengan begitu gelas kita akan selalu berada pada titik penuh namun tidak tumpah, karena arti tumpah disini adalah rejeki itu diambil oleh Allah karena kekikiran kita kepada fakir miskin. Dan jika sampai terhenti maka berarti rejeki itu telah dicabut oleh Allah.
Dalam teori ini kita sebagai manusia diumpamakan sebagai gelas yang dikucuri air (rejeki) dari Sang Pencipta, dari setetes kemudian bertambah banyak, banyak dan akhirnya memenuhi gelas itu. Sekarang masalahnya bagaimana cara rejeki Allah itu tetap diturunkan ke gelas kita (tidak berhenti dan tidak tumpah).
Sederhana, sebelum gelas itu penuh, kucurkan isinya kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dengan begitu gelas kita akan selalu berada pada titik penuh namun tidak tumpah, karena arti tumpah disini adalah rejeki itu diambil oleh Allah karena kekikiran kita kepada fakir miskin. Dan jika sampai terhenti maka berarti rejeki itu telah dicabut oleh Allah.


